Gara-gara perang tarif jaringan tidak di perdulikan mesti sudah banyak pihak yang melapor pada tetapi operator seolah-olah tak mau peduliĀ jadi teringat sebuah kata <Biarlah Anjing menggonggong yang penting kami untung>demikian mungkin yang selalu menjadi teguhnya pendirian operator Gsm maupun CDMA Meski di satu sisi menguntungkan pelanggan, namun perang tarif antaroperator telekomunikasi diharap jangan sampai mengganggu kualitas jaringan layanan, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri. Indonesia Telecommunication User Group (Idtug) mengingatkan hal tersebut karena tingginya keluhan pelanggan soal mutu jaringan layanan telekomunikasi yang rendah. Terlebih setelah operator semakin gencar mempromosikan tarif ‘murah’ mereka.
“Operator jangan cuma gembar-gembor saja jaringan mereka siap. Di hari biasa saja sulit untuk melakukan panggilan, komunikasi sering putus dan baru bisa nyambung sesudah lima kali dial, apalagi menjelang Hari Raya.
Sebelumnya, pemerintah juga telah mengimbau para operator untuk meningkatkan kapasitas jaringannya, khususnya sejak H-2 hingga H+2, untuk mengantisipasi lonjakan trafik telekomunikasi saat Lebaran.
Kabag Umum dan Humas Ditjen Postel, Gatot S Dewa Broto menjelaskan, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tingkat kepadatan penggunaan fasilitas telekomunikasi, baik pesan singkat (SMS) maupun panggilan suara (voice call), menjelang Lebaran biasanya sangat tinggi
Sejumlah operator telekomunikasi, misalnya, Telkomsel, Indosat, dan Excelcomindo (XL), memprediksikan jumlah peningkatan penggunaan layanan bisa mencapai dua kali lipatnya, baik untuk layanan SMS maupun voice call.

A little bit of yourself in this section. There are 3 three text graphics associated to this section; Subscribe me, Advertisements and About Me. I hope either one will suit your need. 


